PERENCANAAN POLA OPERASI KERETA LAYANG BANDARA SOEKARNO HATTA TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN TERMINAL 4 DAN TERMINAL SKY CITY

Authors

  • Ahmad Syarifudin Politeknik Perkeretaapian Indonesia
  • Ary Putra Iswanto Politeknik Perkeretaapian Indonesia
  • David Malaiholo Politeknik Perkeretaapian Indonesia

Keywords:

pola operasi, skytrain, kapasitas lintas, headway

Abstract

Kalayang (Kereta Melayang) atau Automatic people Mover system (APMS) merupakan fasilitas bandara yang dapat digunakan oleh pengguna jasa bandara untuk melakukan perpindahan antar terminal. Saat ini terdapat dua jalur (track) sepanjang 2,96 km yang dioperasikan 2 trainset dengan 4 shelter . Untuk memaksimalkan fasilitas penumpang dilakukan pembangunan terminal skytrain Bandara soekarno hatta yaitu terminal 4 dan terminal sky city yang nantinya menjadi looping dengan panjang trase total menjadi 8,492 km. Dengan mengetahui pembangunan tersebut dilakukan penelitian untuk mendapatkan pola operasi kereta layang Bandara Soekarno Hatta menggunakan analisis kuantitatif. Didalam penelitian ini menggunakan 4 trainset yang operasi dan 2 trainset cadangan. Berdasarkan penelitian tersebut mendapatkan headway 7 menit dari yang sebelumnya 13 menit. Kapasitas lintas sebesar 288 perjalanan/hari dari yang sebelumnya 155 kereta/hari.

Downloads

Published

2022-04-20

How to Cite

Ahmad Syarifudin, Ary Putra Iswanto and David Malaiholo (2022) “PERENCANAAN POLA OPERASI KERETA LAYANG BANDARA SOEKARNO HATTA TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN TERMINAL 4 DAN TERMINAL SKY CITY”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi, p. 553. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php/ProsFSTPT/article/view/772 (Accessed: 4 February 2023).