EVALUASI SIMPANG TAGOG PADALARANG KABUPATEN BANDUNG BARAT PROVINSI JAWA BARAT

Authors

  • Antono Damayanto Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Andhika Panji Teja Kusuma Universitas Jenderal Achmad Yani
  • Muhammad Sihabudin S Universitas Jenderal Achmad Yani

Keywords:

Simpang Tak Bersinyal, Simpang Bersinyal, MKJI, Vissim

Abstract

Simpang Tagog, simpang dengan volume kendaraan tinggi, sering mengalami kemacetan, hal ini disebabkan pertumbuhan penduduk tinggi dan kawasan industri. Evaluasi Simpang Tagog dilakukan untuk mencari solusi dari permasalahan kemacetan. Metode penelitian adalah metode deskriptif terkait arus lalu lintas, geometrik jalan dan tundaan simpang. Analisis didasarkan pada nilai derajat kejenuhan (DS) simpang tak bersinyal, sesuai Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Hasil analisa, derajat kejenuhan (DS) simpang Tagog adalah 1,059 melebihi derajat kejenuhan standar (0,85). Karena itu Simpang Tagog harus diperbaiki. Solusi terbaik adalah menambahkan lampu lalu lintas yang dimodelkan dengan software VISSIM. Hasil permodelan, dengan lampu lalu lintas, adalah DS 0.785 lebih kecil tanpa lampu lalu lintas.

Downloads

Published

2022-04-23

How to Cite

Antono Damayanto, Andhika Panji Teja Kusuma and Muhammad Sihabudin S (2022) “EVALUASI SIMPANG TAGOG PADALARANG KABUPATEN BANDUNG BARAT PROVINSI JAWA BARAT”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi, p. 776. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php/ProsFSTPT/article/view/834 (Accessed: 4 February 2023).