ANALISIS GEOMETRIK EAST CROSS DAN NORTH PARALLEL TAXIWAY BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA DENGAN PESAWAT RANCANG BOEING B777-300ER

  • Syadza Rifani Fitri Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
  • Wardhani Sartono Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Keywords: Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, geometrik, taxiewy

Abstract

Bandar Udara Soekarno Hatta telah merencanakan pengembangan bandara sejak tahun 2011 untuk menampung peningkatan jumlah penumpang dan pesawat yang akan datang. Salah satu pengembangan yang  direncanakan pada Grand Design Bandara Soekarno Hatta adalah pembangunan North Parallel Taxiway dan East Cross Taxiway. Analisis yang dilakukan adalah analisis geometrik pada North Parallel Taxiway dan East Cross Taxiway dengan menggunakan pesawat rancangan Boeing B777-300ER. Analisis hanya terkhusus pada geometrik taxiway dan dan komponen desain geometrik taxiway, seperti lebar taxiway (lebar perkerasan serta area penunjang keselamatan), lebar separation distance, analisis geometrik parallel taxiway, crossover taxiway, entrance taxiway dan exit taxiway. Standar yang digunakan dalam analisis geometrik taxiway adalah standar perancangan bandara yang diterbitkan oleh International Cooperation Aviation Organization (ICAO) dan Federal Aviation Administration (FAA). Hasil dari analisis geometrik taxiway menunjukkan bahwa Bandar Udara Soekarno Hatta memiliki kode klasifikasi bandara 4E (kode ICAO) dan D-V (kode/kategori FAA). Berdasarkan standar ICAO, lebar taxiway yang diperlukan adalah 23 m, lebar taxiway shoulder minimal 10,5 m, lebar taxiway strip minimal 95 m, jarak as taxiway ke as taxiway minimal  80 m, jarak as taxiway ke objek minimal 47,5 m serta jarak as taxiway ke as runway minimal 183 m. Berdasarkan standar FAA, lebar taxiway yang diperlukan adalah 23 m, lebar taxiway shoulder minimal 9 m, lebar taxiway safety area minimal 21 m, lebar taxiway object free area minimal 37,5 m, jarak as taxiway ke as taxiway adalah 81 m tanpa gerakan maneuver berputar arah dan minimal 95 m dengan gerakan maneuver berputar arah, jarak as taxiway ke as objek 48,5 m serta jarak as taxiway ke as runway direkomendasikan 183 m.

Published
2018-06-04
How to Cite
Fitri, S. and Sartono, W. (2018) “ANALISIS GEOMETRIK EAST CROSS DAN NORTH PARALLEL TAXIWAY BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA DENGAN PESAWAT RANCANG BOEING B777-300ER”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=106 (Accessed: 18October2018).