PERBANDINGAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR JALAN DENGAN METODE EMPIRIK DAN MEKANISTIK-EMPIRIK PADA RUAS JALAN MLATI-CEBONGAN-SEYEGAN

  • Carolina Aprilia Heliyati Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Indonesia
  • Berlian Kushari Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Indonesia
Keywords: tebal lapis perkerasan lentur, metode AASHTO 1993, mekanistik-empirik, empirik, KENPAVE

Abstract

Metode perencanaan tebal perkerasan jalan lentur mengalami perkembangan selama dua puluh tahun terakhir. Salah satunya adalah metode pendekatan empirik (AASHTO 1993). Kelemahan dari metode empirik adalah kurang menggambarkan fenomena yang terjadi di luar jangkauan data asli yang digunakan untuk mengembangkan metode empirik. Metode perencanaan tebal perkerasan mengalami kemajuan dengan dikenalkanya metode mekanistik-empirik yang didasarkan pada prinsip mekanika bahan. Pada makalah ini dilakukan perencanaan tebal perkerasan lentur jalan studi kasus ruas Jalan Mlati-Cebongan-Seyegan untuk mempelajari konsep, parameter, prosedur, dan hasil desain. Data untuk studi kasus  diperoleh dari Dinas Bina Marga Provinsi DIY. Metode AASHTO 1993 digunakan sebagai pendekatan empirik. Sedangkan, pendekatan mekanistik-empirik digunakan Program KENPAVE. Dari penelitian yang telah dilakukan metode empirik menghasilkan tebal perkerasan dengan angka Realibitas, sedangkan metode mekanistik-empirik dengan mengasumsikan ketebalan tiap lapisan menghasilkan nilai tegangan dan regangan yang terjadi ketika perkerasan menerima beban dari luar, sehingga dari metode mekanistik-empirik dapat menganalisis kerusakan fatigue cracking dan deformasi.

Published
2018-06-04
How to Cite
Heliyati, C. and Kushari, B. (2018) “PERBANDINGAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR JALAN DENGAN METODE EMPIRIK DAN MEKANISTIK-EMPIRIK PADA RUAS JALAN MLATI-CEBONGAN-SEYEGAN”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=107 (Accessed: 17October2018).