PERBANDINGAN PERANCANGAN STRUKTUR PERKERASAN LENTUR JALAN DENGAN METODE MEKANISTIK EMPIRIK DAN METODE BINA MARGA 2013

  • Atika Marita Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Indonesia
  • Miftahul Fauziah Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Indonesia
Keywords: Bina Marga 2013, mekanistik empiris, konsep, parameter, prosedur, hasil disain

Abstract

Pada saat ini perencanaan tebal perkerasan jalan lentur yang sering digunakan terbagi menjadi dua,  yaitu metode empirik dan metode mekanistik-empirik. Berdasarkan uraian tersebut, pada penelitian ini dilakukan perencanaan tebal perkerasan jalan baru dan mempelajari perbedaan konsep desain, parameter
desain, prosedur desain serta hasil desain antara metode empirik dengan metode Bina Marga 2013 dan metode mekanistik-empirik. Pada perencanaan ini metode Bina Marga 2013 dengan Manual Desain Perkerasan Jalan Nomor 02/M/BM/2013 dan metode mekanistik-empirik menggunakan program KENPAVE. Penelitian ini dilakukan pada jalan Pakem-Prambanan sta. 29+600 hingga sta. 33+900. Perencanaan pertama yaitu menghitung tebal perkerasan baru menggunakan metode Bina Marga 2013 dengan cara memperhitungkan nilai CESA sebagai jumlah kumulatif beban sumbu lalu lintas desain pada setiap lajur dengan pertimbangan nilai VDF dan Traffic Multiplier. Perencanaan kedua menggunakan metode mekanistik empirik dengan tahap pertama, yaitu mengasumsikan tebal perkerasan yang direncanakan untuk menghitung respon perkerasan yang berupa tegangan, regangan dan lendutan kritis setiap lapisan perkerasan dengan menggunakan analisis metode mekanistik yang berdasarkan prinsip-prinsip teori elastis. Tahap kedua, yaitu dengan meramal performa keadaan struktur dan fungsi perkerasan di masa depan. Perbedaan antara kedua metode ini adalah pada metode Bina Marga 2013 memperhitungkan nilai jumlah kumulatif beban sumbu lalu lintas desain pada setiap lajur, tetapi pada metode mekanistik empirik selain jumlah kumulatif beban sumbu standar ekivalen selama umur rencana serta memperhitungkan tekanan ban, luas kontak area ban, jarak ban, dan jarak antar sumbu. Hasil
desain metode Bina Marga 2013 membutuhkan tebal lapis permukaan untuk lapis AC WC sebesar 4 cm dan lapis AC BC sebesar 13,5 cm, sedangkan untuk lapis pondasi atas diperoleh tebal CTB yaitu 15 cm dan lapis pondasi atas kelas A yaitu 15 cm. Hasil dari metode mekanistik empirik (program KENPAVE) berupa tegangan regangan yang terjadi pada perkerasan diperoleh tebal minimal yang masih aman menahan beban yang terjadi yaitu lapis permukaan 7 cm dan lapis pondasi atas sebesar 12 cm.

Published
2018-06-05
How to Cite
Marita, A. and Fauziah, M. (2018) “PERBANDINGAN PERANCANGAN STRUKTUR PERKERASAN LENTUR JALAN DENGAN METODE MEKANISTIK EMPIRIK DAN METODE BINA MARGA 2013”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=114 (Accessed: 17October2018).