DAMPAK LALU LINTAS PEMBANGUNAN STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR (SPBKB) RANUYOSO LUMAJANG

  • Kurnia Azizatul Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember
  • Akhmad Hasanuddin Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember
  • Willy Kriswardhana Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember
Keywords: MKJI 1997, Andalalin, SPBKB

Abstract

Analisis dampak lalu lintas dilakukan di setiap rencana pembangunan yang akan membangkitkan permasalahan transportasi jalan. PM 75 Tahun 2015 menyatakan bahwa SPBU yang memiliki satu dispenser harus dianalisis dampak lalu lintasnya. SPBKB Ranuyoso memiliki dua dispenser dengan empat nossels,  maka SPBKB harus memiliki dokumen analisis dampak lalu lintas. Analisis kinerja ruas jalan dan simpang menggunakan metode MKJI (Jalan Indonesia Pedoman Kapasitas) 1997  Dampak lalu lintas dari SPBKB menunjukkan penurunan kinerja jalan. Kinerja ruas jalan pada tahun 2016 sebelum dan sesudah operasi SPBKB mengalami penurunan dari 0,435 menjadi 0,44. Tundaan simpang tertinggi pada tahun 2016 adalah 12,21 detik/kendaraan. Sementara itu, penundaan persimpangan pada 2021 meningkat 68% menjadi 38,63 detik/kendaraan.

Published
2018-06-19
How to Cite
Azizatul, K., Hasanuddin, A. and Kriswardhana, W. (2018) “DAMPAK LALU LINTAS PEMBANGUNAN STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR KENDARAAN BERMOTOR (SPBKB) RANUYOSO LUMAJANG”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=134 (Accessed: 17October2018).