PENINGKATAN KINERJA LALU LINTAS SIMPANG AMACO DI KOTA BANJARBARU

  • Praditya Septa Hise Saputra Sekolah Tinggi Transportasi Darat
Keywords: simpang, kinerja lalu lintas, bundaran, disain simpang

Abstract

Simpang Amaco merupakan salah satu simpang di Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan, penelitian yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa Simpang Amaco merupakan simpang prioritas di Kota Banjarbaru yang memiliki kinerja lalu lintas terburuk. Dari hasil analisis yang dilakukan, metode yang paling tepat untuk digunakan menghitung kinerja lalu lintas Simpang Amaco adalah metode bagian jalinan MKJI 1997. Dengan metode ini, diketahui kinerja lalu lintas Simpang Amaco saat volume lalu lintas paling tinggi adalah derajat kejenuhan 0,937, tundaan 9,89 detik/smp, dan peluang antrian antara 31% sampai 66%. Berdasarkan kinerja lalu lintas simpang dan karakteristik gerakan kendaraan yang menjalin, pengaturan simpang yang paling tepat adalah dengan bundaran. Desain bundaran yang direkomendasikan adalah bundaran lajur ganda dengan diameter pulau bundaran 25,4 meter, lebar jalur lingkar 9,8 meter, lebar lengan
pendekat 4,9 meter, kebebasan pandang 45 meter, dan jarak pandang minimum 19 meter. Dengan disain ini, kinerja lalu lintas Simpang Amaco meningkat sebesar 27,5%.

Published
2018-06-19
How to Cite
Saputra, P. (2018) “PENINGKATAN KINERJA LALU LINTAS SIMPANG AMACO DI KOTA BANJARBARU”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=136 (Accessed: 18October2018).