ANALISIS SIMPANG TAK BERSINYAL (STUDI KASUS: JALAN IMAM MUNANDAR-BUKIT BARISAN, PEKANBARU, PROVINSI RIAU)

  • Ari Sandhyavitri Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau
  • Sri Djuniati Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau
  • Raja Andrian Maulana Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Riau
Keywords: kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan, peluang antrian, MKJI 1997

Abstract

Tujuan studi ini adalah untuk menilai kinerja persimpangan tidak bersinyal Jalan Imam Munandar–Bukit Barisan, Pekanbaru, Provinsi Riau. Data primer diperoleh dengan sirvey lalu lintas berdasarkan pada MKJI 1997. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa jam puncak terjadi pada hari selasa jam 17.00-18.00
WIB dengan volume lalu lintas (Q) sebesar 2126,1 smp/jam, kapasitas (C) 1990,69 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) 1,068, tundaan lalu lintas simpang (DT1) 18,86 detik/smp, tundaan geometrik simpang (DG) 3,94, tundaan simpang (D) 22,80, Peluang antrian (QP) 45,98%-91,60%. Hal ini menunjukkan bahwa simpang tersebut perlu dilakukan penanganan dan peningkatan untuk mengurangi derjat kejenuhannya.

Published
2018-06-25
How to Cite
Sandhyavitri, A., Djuniati, S. and Maulana, R. (2018) “ANALISIS SIMPANG TAK BERSINYAL (STUDI KASUS: JALAN IMAM MUNANDAR-BUKIT BARISAN, PEKANBARU, PROVINSI RIAU)”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=148 (Accessed: 18October2018).