PENGARUH JALAN TOL SOLO-KERTOSONO DAN SOLO-SEMARANG TERHADAP KINERJA JARINGAN JALAN KOTA SURAKARTA

  • Arista Damayanti Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret
  • Syafi’i Syafi’i Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret
  • Slamet Jauhari Legowo Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret
Keywords: EMME/3, NVK, user equilibrium, jalan tol

Abstract

Meningkatnya kebutuhan manusia mempengaruhi kebutuhan pergerakan. Kota Surakarta menjadi jalur persimpangan antar kota kecil di sekitarnya, menyebabkan peningkatan jumlah kendaraan. Jalan Tol Solo-Semarang and Solo-Kertosono dijadwalkan selesai tahun 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari jalan tol. Volume lalu lintas didapatkan dari pembebanan MAT ke jaringan jalan menggunakan EMME/3 dengan metode User Equilibrium Kapasitas dan basis data jaringan jalan lainnya sebelumnya dihitung berdasarkan MKJI (Manual Kapasitas Jalan Indonesia). Hasil NVK pada jaringan jalan sebelum dan sesudah adanya jalan tol pada rentang 0-0,4 adalah 33,49% dan 32,44%, rentang 0,4-0,6 adalah 30,44% dan 32,20%, rentang 0,6-0,8 adalah 18,62% dan 19,67%, serta NVK ≥ 0,8 adalah 17,45% dan 15,69%. Pengadaan jalan tol dapat meningkatkan kinerja ruas jalan yang digunakan untuk pergerakan eksternal-eksternal Barat-Timur dan sebaliknya.

Published
2018-07-04
How to Cite
Damayanti, A., Syafi’i, S. and Legowo, S. (2018) “PENGARUH JALAN TOL SOLO-KERTOSONO DAN SOLO-SEMARANG TERHADAP KINERJA JARINGAN JALAN KOTA SURAKARTA”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=158 (Accessed: 17October2018).