ANALISIS KERELAAN MEMBAYAR LEBIH MAHAL UNTUK FAKTOR KENYAMANAN BERKENDARA DI KOTA YANG BELUM MEMILIKI ANGKUTAN MASSAL

Studi Kasus Kota Pekanbaru

  • M. Rezki Mulyono Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia
  • Alvinsyah Alvinsyah Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia
Keywords: Angkutan Massal, Kenyamanan Berkendara, Pemilihan Moda, Willingness To Pay

Abstract

Fungsi pembentuk model pilihan moda umumnya didasarkan faktor kuantitatif seperti biaya dan waktu perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkuantifikasikan faktor kualitatif yang mempengaruhi pemilihan moda di kota yang belum memiliki layanan angkutan massal. Faktor yang diteliti adalah kenyamanan berkendara yang difokuskan pada pengaruh guncangan akibat dari kondisi permukaan jalur dan perilaku pengemudi. Faktor kenyamanan berkendara direpresentasikan oleh selisih nilai kerelaan membayar (WTP) untuk angkutan Kereta dan Bus. Selisih Nilai WTP diperoleh melalui survey wawancara dengan konsep stated peference. Formulir dirancang dengan hipotesis seluruh atribut yang membedakan antara bus dan kereta adalah sama kecuali faktor kenyamanan berkendara. Data sahih dipilih berdasarkan kiriteria tertentu dan analisis statistik deskriptif. Nilai selisih WTP yang dapat mewakili populasi ditetapkan atas hasil uji statistik inferensial. Hasil analisis menunjukkan, sampel tidak terdistribusi secara normal dan tidak berasal dari populasi homogen. Dari analisis dihasilkan tiga nilai WTP berdasarkan kelompok tingkat pendapatan.

Published
2018-07-16
How to Cite
Mulyono, M. R. and Alvinsyah, A. (2018) “ANALISIS KERELAAN MEMBAYAR LEBIH MAHAL UNTUK FAKTOR KENYAMANAN BERKENDARA DI KOTA YANG BELUM MEMILIKI ANGKUTAN MASSAL”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=171 (Accessed: 17October2018).