ANALISIS ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY PENGGUNA LAYANAN KERETA API KALIGUNG DAN KERETA API KAMANDAKA

Studi Kasus Lintas Layanan Semarang-Tegal

  • Amrisa Anggunani Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
  • Imam Muthohar Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Keywords: tarif, ability to pay (ATP), willingness to pay (WTP), kereta api

Abstract

Tarif transportasi angkutan umum belum mempertimbangkan kemampuan dan kemauan pengguna jasa. Oleh karena itu, perlu adanya peninjauan ulang penentuan tarif yang memperhatikan perbedaan kepentingan antara operator dan pengguna jasa. Penelitian dilakukan dengan metode purposive random sampling kepada 306 pengguna layanan KA Kaligung dan KA Kamandaka. Pendekatan yang digunakan untuk menganalisis nilai Ability To Pay (ATP) didasarkan pada travel cost, sedangkan analisis Willingness To Pay (WTP) didasarkan pada persepsi pengguna layanan. KA Kaligung didapatkan nilai ATP dan WTP pada pelajar masing-masing sebesar Rp 57.005,00 dan Rp 52.276,00, sedangkan pada pengguna non-pelajar masing-masing sebesar Rp 89.960,00 dan Rp 58,844,00. KA Kamandaka didapatkan nilai ATP dan WTP pada pelajar masing-masing sebesar Rp 68,593,00 dan Rp 61.475,00, sedangkan pada pengguna non-pelajar masing-masing sebesar Rp 103.092,00 dan Rp 65.816,00. Hasil tersebut dibandingkan dengan tarif eksisting KA Kaligung maupun KA Kamandaka dan didapatkan bahwa sebagian penumpang menganggap tarif eksisting masih lebih mahal jika dibandingkan dengan pelayanan yang diterima.

Published
2018-08-05
How to Cite
Anggunani, A. and Muthohar, I. (2018) “ANALISIS ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY PENGGUNA LAYANAN KERETA API KALIGUNG DAN KERETA API KAMANDAKA”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=179 (Accessed: 17October2018).