ANALISIS KEBUTUHAN TERMINAL CURAH CAIR DI PELABUHAN BOOM BARU PALEMBANG

  • M. Zilzaludin Putra Nugraha Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
  • Erika Buchari Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
Keywords: CPO (Crude Palm Oil), terminal curah cair, antrian, kapasitas tangki, kapasitas dermaga

Abstract

Perdagangan dunia ditransfer hampir 80% melalui laut (seaborne trade) sehingga diperlukan pengelolaan pelabuhan yang baik. Hal ini juga terjadi di Pelabuhan Boom Baru Palembang, meningkatnya produksi CPO Sumatera Selatan menyebabkan perlunya analisis kapasitas terpasang dan analisis kebutuhan terminal curah cair. Penelitian dilakukan dengan studi lapangan dan studi literatur didapatkan; perlunya mempercepat waktu pelayanan antrian menjadi 15 menit 1 truknya agar dapat memperpendek antrian di pelabuhan; perlunya  pertambahan tangki sebanyak 56, 50, 44, 33 tangki berturut pada tahun 2020, 2025, 2030, 2035 di Pelabuhan Boom Baru; Perlunya penambahan panjang dermaga sebesar 175 m; Perlunya mempercepat waktu muat menjadi 15 jam untuk kapasitas terpasang dermaga. Untuk fasilitas pemuatan tidak diperlukan penambahan dikarenakan kapasitas muatan masih dapat mengalirkan pertumbuhan produksi CPO hingga tahun 2035. Begitu juga Kinerja BOR masih sebesar 28% jauh dibawah BOR maksimum 40%. Lalu kebutuhan tangki paling maksimum sebesar 56 tangki sehingga diperlukan penambahan luasan lahan sebesar 14464,285 m2

Published
2018-08-05
How to Cite
Nugraha, M. Z. and Buchari, E. (2018) “ANALISIS KEBUTUHAN TERMINAL CURAH CAIR DI PELABUHAN BOOM BARU PALEMBANG”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=183 (Accessed: 16November2018).