EVALUASI KINERJA BONGKAR MUAT DI PELABUHAN UMUM GRESIK

  • M. Rum Raekhan Jurusan Teknik Sipil, Universitas Brawijaya
  • Ludfi Djakfar Jurusan Teknik Sipil, Universitas Brawijay
  • Alwafi Pujiraharjo Jurusan Teknik Sipil, Universitas Brawijaya
Keywords: bongkar muat, kinerja, IPA, QFD

Abstract

Tingginya biaya logistik di Indonesia sebagai akibat dari rendahnya kualitas layanan logistik telah menempatkan Indonesia pada ranking 53 dalam Logistic Performance Index menurut Bank Dunia. Angkutan laut yang menjadi salah satu indikator dalam pelayanan logistik perlu mendapatkan perhatian serius. Lamanya proses bongkar muat di pelabuhan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi lamanya turn round time (TRT) kapal yang berimplikasi pada mahalnya biaya operasional dan berujung pada tingginya biaya logistik. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja bongkar muat di Pelabuhan Umum Gresik khususnya pada Dermaga 265, Dermaga Curah Kering dan Dermaga 70. Kinerja ini diukur dengan standar kinerja yang ditetapkan oleh Dirjen Hubla dan berdasarkan persepsi pengguna jasa. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, Importance Performance Analysis (IPA) dan Quality Function Deployment (QFD). Dari hasil analisis, kinerja bongkar muat diketahui bahwa produktivitas bongkar muat rata-rata baik sedangkan ET:BT (efektif time:berthing time) masih kurang baik. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diketahui bahwa masalah yang banyak menyebabkan idle time di antaranya karena menunggu truk, kerusakan alat bongkar muat, masalah tenaga kerja bongkar muat, menunggu muatan dan karena cuaca. Berdasarkan hasil analisis IPA yang telah dilakukan, terdapat variabel yang menurut pengguna jasa dianggap penting namun kinerjanya masih rendah, yaitu kecepatan dalam proses bongkar muat, kesiapan truk, kapasitas lapangan penumpukan, kebersihan area pelabuhan dan masalah penerangan. Berdasarkan hasil analisis QFD ada beberapa prioritas dan urutan prioritas dalam penanganan permasalahan bongkar muat diantaranya memastikan kesiapan muatan yang akan dimuat, penggunaan
gudang secara optimal, memastikan kesiapan alat bongkar muat, penyediaan fresh gang untuk tenaga bongkar muat agar bisa beroperasi 24 jam, perluasan lapangan penumpukan, mempercepat pengangkutan barang yang ada di lapangan penumpukan, kapal yang akan melakukan bongkar muat harus menentukan jasa pengurusan transportasi dengan jumlah truk yang cukup, menambah lampu penerangan dan meningkatkan kebersihan area pelabuhan.

Published
2018-08-06
How to Cite
Raekhan, M., Djakfar, L. and Pujiraharjo, A. (2018) “EVALUASI KINERJA BONGKAR MUAT DI PELABUHAN UMUM GRESIK”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=189 (Accessed: 16November2018).