REKONDISI TRAYEK ANGKUTAN UMUM AKIBAT PENERAPAN BRT DI KABUPATEN JEMBER

  • Andhika Mega Putri Sekolah Tinggi Transportasi Darat
  • Hari Andoyo Sekolah Tinggi Transportasi Darat
  • Widorisnomo Widorisnomo Sekolah Tinggi Transportasi Darat
  • Purwatiningsih Purwatiningsih Sekolah Tinggi Transportasi Darat
Keywords: jaringan trayek, tumpang tindih, BRT

Abstract

Jember merupakan salah satu kabupaten dengan populasi 2.332.726 jiwa. Jumlah populasi yang besar mengangkat sejumlah pergerakan yang besar pula.Untuk memfasilitasi pergerakan untuk kebutuhan transportasi umum, Dinas Perhubungan Kabupaten Jember berencana untuk menerapkan Bus Rapid Transport (BRT). Oleh karena itu, ada kebutuhan baru untuk membuat pengaturan rute yang dapat mendukung layanan BRT.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis tentang transportasi perkotaan yang sudah beroperasi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, didapatkan rute trayek baru yang memiliki tingkat tumpang tindih yang rendah serta sesuai dengan permintaan perjalanan sehingga akan
meningkatkan pelayanan angkutan umum tersebut. Dan secara terkait, pelayanan tersebut akan diintegrasikan dengan layanan BRT dan selanjutnya akan ada cakupan jaringan yang lebih luas terutama untuk daerah-daerah terpencil yang tidak terhubung.

Published
2018-08-23
How to Cite
Putri, A., Andoyo, H., Widorisnomo, W. and Purwatiningsih, P. (2018) “REKONDISI TRAYEK ANGKUTAN UMUM AKIBAT PENERAPAN BRT DI KABUPATEN JEMBER”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=196 (Accessed: 16November2018).