TINJAUAN KEBIJAKAN PENATAAN JARINGAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN JEMBER

  • Sonya Sulistyono Prodi S3 Teknik Sipil, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Ludfi Djakfar Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
  • Achmad Wicaksono Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Keywords: perumusan kebijakan, agenda kebijakan, pemecahan masalah, penetapan kebijakan

Abstract

Sebuah kota yang berkembang harusnya memiliki sistem angkutan umum yang dapat diandalkan. Terus menurunnya kinerja pelayanan tidak lepas oleh menjauhnya masyarakat menggunakan angkutan umum karena tidak nyaman dan tidak handalnya pelayanan yang ada, hingga overlapping lintasan trayek yang sudah puluhan tahun tidak diselesaikan oleh regulator. Penataan jaringan trayek dan penataan kelembagaan pengelolaan angkutan umum diperlukan untuk meningkatkan pelayanan angkutan umum di tengah masyarakat. Penataan jaringan trayek dilakukan terbagi atas dua, yaitu: pertama, jaringan trayek cabang yang melayani jalur utama perkotaan Jember menggunakan konsep angkutan umum berbasis jalan dengan armada bus sedang; kedua,jaringan trayek ranting yang melayani jaringan jalan kabupaten di kawasan perkotaan yang semakin berkembang. Formulasi dalam kebijakan publik dilakukan melalui empat tahapan, yaitu: perumusan masalah, agenda kebijakan, pemilihan alternatif kebijakan untuk memecahkan masalah, dan penetapan kebijakan dilakukan untuk menggurangi resistensi dua model kelompok (pro dan kontra).

Published
2018-08-23
How to Cite
Sulistyono, S., Djakfar, L. and Wicaksono, A. (2018) “TINJAUAN KEBIJAKAN PENATAAN JARINGAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN JEMBER”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=205 (Accessed: 16November2018).