HUBUNGAN STRUKTUR RUANG TERHADAP BANGKITAN PERJALANAN DI KOTA BANDA ACEH

  • Noer Fadhly Program Doktor Perencanaan Wilayah, Sekolah Pascasrjana, Universitas Sumatera Utara
  • A. Rahim Matondang Program Doktor Perencanaan Wilayah, Sekolah Pascasrjana, Universitas Sumatera Utara
  • Sirojuzilam Sirojuzilam Program Doktor Perencanaan Wilayah, Sekolah Pascasrjana, Universitas Sumatera Utara
  • Sofyan M. Saleh Fakultas Teknik, Jurusan Sipil, Universitas Syiah Kuala
Keywords: urban sprawl, pergerakan, bangkitan perjalanan

Abstract

Terjadinya urban sprawl ke arah selatan kota Banda Aceh sebesar 33% dan arah timur kota Banda Aceh sebesar 44% dari jumlah total penduduk kota Banda Aceh pada tahun 2013 yaitu 249.282 jiwa menyebabkan meningkatnya pergerakan dan terjadinya pergesaran pusat-pusat kegiatan dan pelayanan kota. variabel-variabel kajian yang digunakan adalah sebagai varibel bebas adalah kepadatan penduduk, jenis landuse, waktu perjalanan dan kapasitas jalan utama, variabel terikatnya merupakan data bangkitan perjalan antara kecamatan di kota Banda Aceh. Hasil yang diperoleh adalah variabel landuse memberikan pengaruh langsung yang paling besar terhadap bangkitan perjalanan yaitu sebesar 44,89%, dan keempat varibel bebas yaitu kepadatan penduduk, kapasitas jalan, waktu perjalanan, dan landuse secara bersama-sama mempengaruhi bangkitan perjalanan yaitu sebesar 99,2%.

Published
2018-09-11
How to Cite
Fadhly, N., Matondang, A. R., Sirojuzilam, S. and Saleh, S. M. (2018) “HUBUNGAN STRUKTUR RUANG TERHADAP BANGKITAN PERJALANAN DI KOTA BANDA ACEH”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=212 (Accessed: 16November2018).