MANAJEMEN HAZARD SISI JALAN DI SIMPANG PRIORITAS

Studi Kasus Simpang Tiga Ganda Nias Kota Tegal

  • Sugiharto Sugiharto Program D-IV Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
  • Peni Rahmania Kusumajati Program D-IV Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
  • Surya Sekarmaji Program D-IV Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
  • Wahyu Dwi Prasetiyo Program D-IV Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Keywords: bahaya sisi jalan, manajemen, simpang tak bersinyal, lima strategi

Abstract

Di Indonesia, khususnya di Kota Tegal, simpang tak bersinyal berbahaya bagi pengguna jalan. Terdapat beberapa hazard di persimpangan yang dapat meningkatkan keparahan jika terjadi kecelakaan. Hazard tersebut harus dikendalikan / diatasi untuk meningkatkan keselamatan di jalan. Berdasarkan metode dari Bina Marga, ada lima strategi untuk mengendalikan bahaya. Lima strategi ini yang akan digunakan untuk memanajemen hazard di sisi jalan. Penelitian ini mengambil lokasi di persimpangan Nias, yang disebut sebagai persimpangan stagger. Di lokasi ini, terdapat 18 lokasi yang teridentifikasi sebagai hazard sisi jalan. Untuk mengatasi hazard-hazard tersebut, lima langkah strategi manajemen hazard sisi jalan digunakan seluruhnya. Untuk masing-masing lokasi, penanganan hazard tidak mencukupi dengan satu jenis penanganan saja, melainkan harus dilakukan penanganan kedua bahkan penanganan ketiga secara berkesinambungan sehingga tercipta kondisi jalan yang berkeselamatan.

Published
2018-09-11
How to Cite
Sugiharto, S., Kusumajati, P., Sekarmaji, S. and Prasetiyo, W. (2018) “MANAJEMEN HAZARD SISI JALAN DI SIMPANG PRIORITAS”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=213 (Accessed: 16November2018).