ANALISIS KONFLIK LALU LINTAS PADA SIMPANG TAK BERSINYAL

Studi Kasus Simpang Jalan Raya Lenteng Agung Putaran Balik IISIP

  • Gilang Rizki Miranti Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia
  • Heddy Rohandi Agah Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia
Keywords: pergerakan kendaraan, konflik lalu lintas, kompleksitas konflik lalu lintas, Jalan Raya Lenteng Agung

Abstract

Pergerakan arus lalu lintas menerus, memutar, memotong dan diperparah dengan adanya persimpangan berurutan dengan putaran balik, jalur kereta api yang sejajar dengan jalan mengakibatkan adanya potensi lokasi konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pergerakan kendaraan, jenis konflik dan kompleksitas konflik lalu lintas pada persimpangan tidak bersinyal. Metode menggunakan pendekatan konflik dan data didapat dari survei lokasi. Lokasi penelitian adalah di Jalan Raya Lenteng Agung dengan konfigurasi simpang yang kompleks dengan dua simpang berurutan. Berdasarkan analisis terdapat dua tipe konflik utama yaitu konflik memotong 36% dan menyatu 35% pada lajur dua. Terdapat hubungan antara frekuensi konflik dengan volume kendaraan yang tunjukan oleh nilai R square sebesar 0,7386 dan 0,6223. Nilai kompleksitas konflik menunjukkan pada rentang 90-120 yang dapat dimasukan ke dalam kategori perlu peningkatan (need improvement). Guna mengurangi konflik perlu dilakukan manajemen lalu lintas antara lain dengan pembuatan lajur khusus putar balik.

Published
2018-09-11
How to Cite
Miranti, G. and Agah, H. (2018) “ANALISIS KONFLIK LALU LINTAS PADA SIMPANG TAK BERSINYAL”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=214 (Accessed: 16November2018).