MODEL TARIKAN PERJALANAN PADA KAWASAN BANDAR UDARA

Studi Kasus Bandar Udara Supadio Pontianak dan Bandar Udara Depati Amir Pangkalpinang

  • Rohmat Junianto MSTT - Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
  • Dewanti Dewanti MSTT - Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Keywords: tarikan perjalanan, trip generation rate, MAPE (mean absolute percentage error)

Abstract

Pengembangan kawasan bandara mengakibatkan peningkatan aktivitas dan penumpang di bandara Supadio, Pontianak dan bandara Depati Amir, Pangkalpinang, sehingga menimbulkan tarikan perjalanan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan model tarikan perjalanan dan trip generation rate pada bandara. Analisa tarikan perjalanan menggunakan analisa korelasi, regresi linear berganda dan uji statistik sedangkan trip generation rate dengan analisa regresi linear sederhana, analisa rata-rata dan ketepatan model dengan MAPE (Mean Absolute Percentage Error). Hasil analisis tarikan perjalanan bandara Supadio dan bandara Depati Amir bahwa perjalanan masuk, keluar dan total (masuk dan keluar) dipengaruhi oleh penumpang masuk, keluar dan pergerakan pesawat besar dengan nilai rata-rata koefisien determinasi (R2) sebesar 0,809. Hasil analisa trip generation rate yang digunakan untuk peramalan dengan nilai MAPE terkecil yaitu perjalanan jam sibuk (Yjam sibuk) terhadap penumpang jam sibuk nilai MAPE sebesar 1,98 %, pergerakan pesawat jam sibuk nilai MAPE sebesar 1,98 % dan luas terminal penumpang nilai MAPE sebesar 1,98%, sedangkan persamaan perjalanan harian (Yharian) terhadap penumpang hari sibuk nilai MAPE sebesar 0,73%, pergerakan pesawat harian nilai MAPE sebesar 0,73%, dan luas terminal penumpang nilai MAPE sebesar 0,73 %.

Published
2018-09-12
How to Cite
Junianto, R. and Dewanti, D. (2018) “MODEL TARIKAN PERJALANAN PADA KAWASAN BANDAR UDARA”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=223 (Accessed: 16November2018).