PERHITUNGAN KOMPONEN ATAS DAN BAWAH ALAN KA BARU DALAM REAKTIVASI JALUR MATI LINTAS BABAT – JOMBANG SEBAGAI LINTAS PENDUKUNG

  • Dadang Supriyatno Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya
Keywords: transportasi massal, infrastruktur transportasi, jaringan rel

Abstract

Transportasi massal perkerataapian memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.  Perkeretaapian sebagai salah satu moda transportasi yang mempunyai karakteristik pengangkutan secara massal dengan keunggulan lebih banyak dibandingkan moda transportasi lainnya. Pemprov Jawa Timur
akan menerapkan konsep transportasi massal berbasis rel dengan membangun atau menghidupkan kembali jalur rel yang dulunya ada secara terintegrasi dengan jaringan jalan rel memutar ke seluruh wilayah dalam radius 100 kilometer arah barat Surabaya. Rencana jaringan rel tersebut akan dikembangkan dengan cara menghidupkan kembali jalur rel Babat-Jombang. Berdasarkan hasil perhitungan perencanaan konstruksi jalan rel Babat-Jombang membutuhkan jalan rel baru yang meliputi type rel 50, bantalan beton, rail fastening, balas dan sub balas. Direncanakan track Babat-Jombang dapat dilewati lokomotif type CC 202. Berdasarkan perhitungan Passing Tonage, kelas jalan KA lintas Babat-Jombang termasuk UIC 6, sedangkan berdasarkan Peraturan Dinas 10 milik PT. KAI berdasarkan beban gandar lokomotif dan kecepatan, maka kelas jalan di lintas tersebut diarahkan kelas jalan II.

Published
2018-05-25
How to Cite
Supriyatno, D. (2018) “PERHITUNGAN KOMPONEN ATAS DAN BAWAH ALAN KA BARU DALAM REAKTIVASI JALUR MATI LINTAS BABAT – JOMBANG SEBAGAI LINTAS PENDUKUNG”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=38 (Accessed: 17October2018).