ANALISIS DAN PRIORITAS KEBIJAKAN PENANGANANDAERAH RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS

Studi Kasus Ruas Tol Padalarang - Cilleunyi

  • Fandy Murdyanto Program D-IV Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
  • Aji Hartono Program D-IV Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
  • Alif Anggriat Program D-IV Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
  • Afiq Nur Fahmi Program D-IV Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan
Keywords: daerah rawan kecelakaan, AHP, prioritas

Abstract

Tol Padaleunyi merupakan ruas tol yang memiliki jumlah kecelakaan yang tinggi. Untuk mengetahui daerah rawan kecelakaan tertinggi, peneliti melakukan analisis dengan menggunakan data sekunder dari PT. Jasa Marga Cabang Purbaleunyi berupa data kecelakaan dari tahun 2013-2015 yang terjadi di ruas jalan tol Padalarang – Cileunyi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa KM 122-123 B dan KM 124-125 A.adalah daerah rawan kecelakaan dengan nilai TK = 78,23 dan UCL = 56,55 serta TK = 109,52 dan UCL=75,15.Tindakan yang  dilakukan untuk mengurangi kecelakaan pada lokasi titik rawan kecelakaaan yaitu dengan pendekatan 3E (enginering, education, enforcement). Peneliti menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang dilakukan dengan menyusun hirarki pemilihan pendekatan 3E. Metode AHP dilakukan dengan 2 cara perhitungan, yaitu secara manual dan menggunakan aplikasi pemrograman PHP. Hasil penelitian menunjukan prosentase prioritas penanganan yang dihasilkan adalah engineering sebesar 21%, education sebesar 64%, dan enforcement sebesar 15%.

Published
2018-05-30
How to Cite
Murdyanto, F., Hartono, A., Anggriat, A. and Fahmi, A. (2018) “ANALISIS DAN PRIORITAS KEBIJAKAN PENANGANANDAERAH RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=73 (Accessed: 17October2018).