PENANGANAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALULINTAS PERLINTASAN KERETA API RUAS JALAN CIHARASHAS KABUPATEN BANDUNG BARAT

  • Muhammad Yusuf Anies Jurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi Nasional Bandung
  • Dwi Prasetyanto Jurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi Nasional Bandung
Keywords: jalan kereta api, jalan raya, perlintasan sebidang, tanpa pintu

Abstract

Perlintasan sebidang adalah perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan. Untuk menghindari kecelakaan, rambu peringatan diperlukan dalam perlintaasan seperti tanda berhenti atau tanda sinyal lalu lintas. Perlintasan yang ramai harus memiliki peringatan aktif dan alat konrol seperti isyarat suara, isyarat lampu lalu lintas, pintu palang perlintasan.Hampirlima warga Bandung yang meninnggal dan terluka pada kecelakaan yang terjadi di perlintasan Kereta Api. Pada tahun 2014-2015 telah terjadi tiga kali kecelakaan di perlintasan kereta api yang melalui jalan Ciharahas dan menyebabkan 3 korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kecelakaan di perlintasan. Pengamatan dilakukan di jalan Ciharashas Kabupaten Bandung Barat dimana terdapat perlintasan kereta api tanpa pintu. Berdasarkan data kecelakaan, lokasi merupakan perlintasan yang berbahaya dan perlu mendapatkan prioritas penanganan. Penanganan yang perlu dilakukan adalah memperbaiki geometrik jalan, jarak pandang dan pemasangan rambu lalu lintas yang lebih lengkap.

Published
2018-05-31
How to Cite
Anies, M. and Prasetyanto, D. (2018) “PENANGANAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALULINTAS PERLINTASAN KERETA API RUAS JALAN CIHARASHAS KABUPATEN BANDUNG BARAT”, Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi. Available at: https://ojs.fstpt.info/index.php?journal=prosiding&page=article&op=view&path[]=87 (Accessed: 18October2018).